Kendali Mutu

Kegiatan sistemik yang dilakukan untuk meningkatkan mutu.

UNIT PENJAMINAN MUTU

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI TRISAKTI
(Quality Assurance Trisakti School of Management)

Sistem Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Trisakti adalah kegiatan sistemik yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan.  Sistem Penjaminan Mutu STIE Trisakti bertujuan menjamin pemenuhan standar pendidikan tinggi secara sistemik dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu.  Hal ini berfungsi mengendalikan penyelenggaraan pendidikan tinggi di STIE Trisakti guna mewujudkan pendidikan tinggi yang bermutu.

Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) telah dilakukan oleh prodi STIE Trisakti sejak memperoleh akreditasi awal dan reakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional(BAN). Sedangkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pada Program Studi mengikuti mekanisme penjaminan mutu yang berlaku di STIE Trisakti, yaitu merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengembangkan penjaminan mutu pendidikan tinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berencana dan berkelanjutan.

Pada tahun 2008 STIE Trisakti membentuk lembaga penjaminan mutu internal yang disebut dengan Unit Penjaminan Mutu atau disingkat dengan UPM berdasarkan SK Ketua No. 055A/KPTS/STIE/IX/2008. Unit Penjaminan Mutu STIE Trisakti dipimpin oleh seorang Kepala yang bertanggung jawab kepada Ketua STIE Trisakti, yang dibantu oleh Sekretaris dan tiga koordinator, yaitu Koordinator Perencanaan Mutu yang bertanggung jawab pada proses perencanaan mutu di tingkat institusi/prodi/unit kerja, Koordinator Asesmen Mutu Internal yang bertanggung jawab atas terlaksananya monitoring evaluasi dan audit mutu internal dan Koordinator Informasi Mutu yang bertanggung jawab atas dokumentasi seluruh proses dan prosedur serta sistem informasi penjaminan mutu.

Upaya peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan terus menerus dilakukan, sehingga tumbuh budaya mutu mulai dari penetapan standar, pelaksanaan standar, mengevaluasi pelaksanaan standar dan secara berkelanjutan berupaya meningkatkan standar (Continuous Quality Improvement). Model dasar sistem penjaminan mutu STIE Trisakti dapat dirumuskan berdasarkan siklus dan komponen kegiatan berkelanjutan Plan-Do-Check-Act (PDCA). 

Perencanaan, Pelaksanaan, Pengendalian dan Pengembangan SPMI dan SPME di STIE Trisakti mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi, yaitu menerapkan delapan standar minimal sesuai dengan PP No.19/2005 yang pada proses selanjutnya sedang disesuaikan berdasarkan Permendik No.49/2014 menjadi delapan standar nasional pendidikan, delapan standar nasional penelitian dan delapan standar nasional pengabdian pada masyarakat.

Sampai dengan tahun 2015 ini Sistem Penjaminan Mutu STIE Trisakti masih berpedoman kepada delapan standar nasional pendidikan (PP No.19/2005 dan PP 32/2013), baik dalam proses pelaksanaan dan monitoring evaluasi maupun audit mutu internal, sambil menunggu kesiapan penerapan standar nasional pendidikan tinggi (Permendik No.49/2014).  Sehingga sampai dengan saat ini masih berpedoman kepada buku mutu : Kebijakan Penjaminan Mutu (2008), Pedoman Penjaminan Mutu (2009) dan Pedoman Standar Mutu (2010).

Proses penjaminan mutu terus dilaksanakan dan ditingkatkan sehingga kualitas yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan oleh dunia usaha terus terjaga dan dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu. Monitoring dan Evaluasi penerapan 8 standar mutu dilakukan setiap awal semester, sedangkan Audit Mutu Internal dilakukan di setiap akhir semester oleh Unit Penjaminan Mutu STIE Trisakti.  Laporan Monev dan Audit Mutu Internal AMI) disampaikan kepada Ketua STIE Trisakti dan Ketua Jurusan.  Selain penerapan 8 standar mutu, STIE trisakti juga memiliki 90 buku prosedur mutu (quality procedure) yang berisi SOP kegiatan yang dilakukan oleh seluruh program studi dan unit kerja yang ada.

Dengan adanya Permendik 49/2014 tentang Standar Nasional Pendidikan, maka pada tahun 2015 Unit Penjaminan Mutu STIE Trisakti merevisi standar mutu yang telah ditetapkan sebelumnya (berdasarkan PP 19/2005 dan PP 32/2013)  menjadi 8 standar nasional pendidikan, 8 standar nasional penelitian dan 8 standar nasional pengabdian kepada masyarakat.  
Sampai dengan tahap ini telah berhasil disusun 2 buku mutu dan 8 buku standar nasional pendidikan, yaitu :

  • Buku mutu 1 : kebijakan sistem penjaminan mutu internal

  • Buku mutu 2 : manual mutu akademik

  • Buku 1. Standar Nasional Kompetensi Lulusan

  • Buku 2. Standar Nasional Isi Pembelajaran

  • Buku 3. Standar Nasional Proses Pembelajaran

  • Buku 4. Standar Nasional Penilaian Pembelajaran

  • Buku 5. Standar Nasional Dosen dan Tenaga Kependidikan

  • Buku 6. Standar Nasional Sarana dan Prasarana

  • Buku 7. Standar Nasional Pengelolaan Pembelajaran

  • Buku 8. Standar Nasional Pembiayaan

Sedangkan 8 buku standar nasional penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta buku standar tambahan mengenai kerjasama, sistem informasi, suasana akademik dan kemahasiswaan sedang dalam penyusunan dan akan selesai pada tahun 2016.